Mari Kita Berpisah! Aku Butuh Istri yang Bermanfaat, Bukan Penjual Sayur Sepertimu! 

Camila menatap Anton dengan tatapan yang sulit diartikan—bukan lagi tatapan penuh harap seorang istri, melainkan tatapan tajam seorang pemimpin yang telah melihat ribuan pengkhianat di ruang rapat.

“Lima tahun, Anton? Jangan membual!” Anton tertawa sinis, melempar puntung rokok mahalnya ke lantai marmer yang dulu dibeli Camila dengan uang hasil dividen saham. “Aku sukses karena bakatku, kerja kerasku! Kau? Kau hanya parasit yang beruntung bisa menumpang hidup denganku. Sudah, tanda tangani surat itu, atau aku akan pastikan hidupmu di kota ini berakhir di jalanan!”

Camila perlahan mengambil pena dari saku apronnya yang masih tercium aroma pasar. Ia membubuhkan tanda tangan itu dengan rapi. Tidak ada gemetar. Tidak ada isak tangis. Saat kertas itu berpindah tangan, Anton tersenyum menang.

“Bagus. Besok pagi, angkat kakimu dari sini. Aku sudah memiliki seseorang yang pantas bersanding denganku. Namanya Camila Reyes. Dia pemilik Vera Holdings. Dia adalah wanita impian yang akan membawa bisnisku melambung ke langit!”

Camila terdiam sejenak. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang dingin. “Vera Holdings, ya? Semoga kau beruntung, Anton.”

Hari Penentuan

Dua minggu kemudian, sebuah pesta megah diadakan di ballroom hotel bintang lima di Manila. Pesta itu digelar untuk merayakan kolaborasi bisnis antara perusahaan rintisan Anton dan Vera Holdings. Anton tampil necis dengan setelan jas seharga ribuan dolar. Ia merasa dirinya adalah raja.

Di tengah ruangan, para petinggi perusahaan berkumpul. Anton berdiri dengan pongah, memegang gelas sampanye, menunggu sang CEO legendaris, Camila Reyes, yang selama ini dikenal misterius karena jarang menampakkan diri.

“Tuan Cruz,” bisik asisten Anton gugup. “Sang CEO sudah tiba.”

Pintu utama terbuka lebar. Lampu sorot diarahkan ke arah pintu. Seorang wanita berjalan masuk dengan gaun malam berwarna emerald yang elegan, rambutnya ditata mewah, dan aura kekuasaan yang membuat seluruh ruangan mendadak hening.

Anton terpaku. Napasnya tercekat. Itu Camila—tapi bukan Camila yang bau bawang. Ini adalah versi dirinya yang paling mematikan.

Camila Reyes berjalan dengan langkah penuh percaya diri, mengabaikan kerumunan. Ia berhenti tepat di depan Anton. Wajahnya datar, namun matanya memancarkan ketajaman yang membuat lutut Anton gemetar.

“Selamat malam, Tuan Cruz,” ucap Camila dengan suara lantang yang bergema di seluruh ruangan.

Anton tergagap, wajahnya sepucat kertas. “Ca-Camila? Apa… apa yang kau lakukan di sini? Ini acara Vera Holdings!”

Camila tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar seperti lonceng kematian bagi ambisi Anton. “Kau benar, Anton. Ini acara milikku. Kenalkan, aku Camila Reyes, CEO Vera Holdings, dan… mantan istri yang kau buang dua minggu lalu karena bau bawang dan kol.”

Seluruh tamu undangan berbisik heboh. Ponsel-ponsel diangkat, merekam drama yang tak pernah disangka-sangka ini.

Plot Twist yang Tak Terduga

Anton jatuh terduduk, harga dirinya hancur berkeping-keping. “Ini tidak mungkin… Kau hanya penjual sayur!”

“Aku memang menyukai pasar, Anton. Di sana aku belajar tentang harga asli sebuah barang—dan tentang harga dirimu yang ternyata sangat murah,” balas Camila dingin.

Namun, di saat semua orang mengira ini adalah puncak pembalasan dendam, Camila melangkah lebih dekat. Ia membisikkan sesuatu yang membuat Anton pucat pasi.

“Kau pikir aku mendukung bisnismu karena cinta buta? Tidak. Sejak awal, aku menggunakan namamu sebagai ‘cangkang’ untuk mencuci uang hasil transaksi ilegal yang dilakukan oleh ayahmu sebelum dia meninggal dunia. Semua dokumen hukum sudah kutandatangani atas namamu. Secara teknis, utang pajak perusahaanmu bukan milik Vera Holdings, melainkan milikmu secara pribadi. Dan angkanya… yah, cukup untuk membuatmu mendekam di penjara seumur hidup.”

Dunia Anton seakan runtuh. Ternyata, dia hanyalah pion dalam permainan besar Camila. Pria yang merasa dirinya jenius ini ternyata hanyalah tumbal bagi kebersihan catatan keuangan sang miliarder.

“Tunggu, Camila! Kita bisa bicara! Aku mencintaimu!” Anton mencoba meraih ujung gaun Camila, namun para penjaga keamanan bertubuh besar segera menariknya menjauh.

“Simpan cintamu untuk jaksa penuntut umum,” ucap Camila sambil berbalik memunggungi mantan suaminya.

Akhir yang Memilukan (dan Mengejutkan)

Malam itu berakhir dengan dramatis. Anton Cruz dibawa pergi oleh otoritas pajak dan kepolisian. Pesta yang seharusnya menjadi perayaan kesuksesan terbesarnya justru menjadi panggung kejatuhannya yang paling memalukan.

Camila berdiri di balkon hotel, menyesap anggur merahnya. Ia menatap lampu-lampu kota Manila dari ketinggian. Seseorang berjalan mendekat, seorang pria paruh baya yang merupakan tangan kanan Camila.

“Nyonya, apakah Anda menyesal? Dia pernah menjadi pria yang Anda cintai,” tanya asisten itu pelan.

Camila menatap langit malam. “Aku mencintai pria yang kubayangkan dalam diriku, bukan pria yang berdiri di depanku. Terkadang, kita harus membuang sampah agar rumah tetap bersih, bukan?”

Namun, tepat saat ia berbalik hendak pergi, ia merasakan sebuah getaran di sakunya. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor anonim:

“Permainan yang bagus, Camila. Tapi kau lupa satu hal: Kau tidak hanya mencuci uang ayahku, kau juga tidak sengaja membocorkan data perusahaan kompetitor yang membuatku bisa mengambil alih Vera Holdings malam ini. Cek saldo rekening pribadimu, Sayang.”

Camila membuka aplikasi perbankannya dengan jari yang tiba-tiba dingin. Saldo miliaran dolar yang menjadi kebanggaannya selama ini… nol.

Ia tertegun. Di balik kejatuhan Anton, seseorang yang jauh lebih berbahaya—seseorang yang bahkan tidak pernah ia curigai—telah memantau setiap langkahnya sejak hari pertama ia berjualan sayur di pasar.

Camila menoleh ke arah kerumunan tamu. Di sudut ruangan, seorang pria dengan setelan jas hitam sederhana sedang menatapnya dengan senyum tipis—pria yang selama lima tahun ini hanyalah seorang supir pribadi yang selalu ia anggap tidak kasatmata.

Ternyata, di balik setiap pengkhianat, selalu ada seseorang yang lebih cerdik menunggu di balik bayang-bayang. Camila bukan lagi pemangsa; malam ini, ia adalah mangsa yang baru saja menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam perangkap yang jauh lebih besar dari yang bisa ia bayangkan.

TAMAT

Apakah menurutmu Camila akan mampu bangkit kembali dari nol, ataukah ini adalah akhir dari kekuasaan sang miliarder yang angkuh?

Để lại một bình luận

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *

Lên đầu trang