AKU KIRA SUAMIKU PUNYA SELINGKUHAN KARENA SETIAP HARI DIA PULANG TENGAH MALAM
Itu adalah secarik kertas kecil yang lusuh, dengan tulisan tangan dokter dan cap sebuah rumah sakit swasta di pinggiran Jakarta. […]
Itu adalah secarik kertas kecil yang lusuh, dengan tulisan tangan dokter dan cap sebuah rumah sakit swasta di pinggiran Jakarta. […]
Hening menyelimuti rumah itu. Setelah deru mesin mobil Raihan menghilang di balik tikungan jalan, yang tersisa hanyalah aroma parfum maskulin
Bagian II: Malam yang Merayap di Griya Valderama Langkah kaki saya terasa asing di atas aspal jalanan Manila. Udara kota
Aku melepaskan cengkeraman dari ritsleting koper, mengambil napas dalam-dalam, lalu mulai memasukkan pakaianku satu per satu. Tidak ada air mata.
Julian menyodorkan ponsel itu ke hadapanku. Layarnya menyala, menampilkan sebuah foto yang diambil dari jarak jauh, namun dengan lensa yang
“Berhenti! Jangan bergerak satu inci pun atau saya pastikan ini adalah hari terakhirmu di dunia!” bentak Chief Roldan, seraya menodongkan
Suasana di dalam “Royal Paws Veterinary Hospital” yang semula tenang dan berbau disinfektan mahal mendadak mencekam. Sheila, sang resepsionis, yang
Hari itu, aku tidak menangis. Aneh, bukan? Padahal hatiku baru saja dihancurkan berkeping-keping. Aku berdiri, mengusap perut buncitku dengan gerakan
Malam itu, Boracay tidak lagi terasa seperti surga. Angin laut yang biasanya membawa kedamaian kini terasa seperti hembusan napas pengkhianatan
“Papa… itu Mama.” Suara Leo seperti belati yang menghujam jantungku. Aku menatapnya, lalu menatap sosok di gang itu. Wanita itu