Dunia di sekitar saya terasa berputar, bukan karena efek sisa anestesi, melainkan karena kebusukan yang baru saja terungkap.

Dunia di sekitar saya terasa berputar, bukan karena efek sisa anestesi, melainkan karena kebusukan yang baru saja terungkap. Jadi, ini bukan sekadar tentang tunjangan persalinan. Mereka ingin merampas segalanya—uang, bayi saya, bahkan mobil pribadi saya yang saya beli jauh sebelum mengenal keluarga parasit ini.

Namun, mereka melakukan satu kesalahan fatal: mereka meremehkan seorang wanita yang selama ini mereka anggap “lembut dan penurut”.

Saya memejamkan mata, menahan amarah yang membakar dada. Tangan saya meraih tombol darurat di samping tempat tidur. Tak sampai satu menit, seorang perawat jaga masuk dengan wajah khawatir.

“Ibu, apa yang terjadi? Apa lukanya nyeri?”

Saya menatap perawat itu dengan tajam, namun tenang. “Suster, tolong bantu saya. Saya butuh pulpen dan secarik kertas.”

Keesokan paginya, suasana di rumah sakit terasa mencekam. Saya sudah duduk tegak di tempat tidur, meski sisa rasa perih masih menghujam. Ibu mertua saya datang dengan angkuh, membawa serta Carla, adik ipar saya, yang langsung menyerbu sudut kamar dengan tas besar.

“Mariel, cepat tanda tangani ini,” perintah ibu mertua sambil menyodorkan setumpuk dokumen. “Ini hanya formalitas agar asuransi bayi kita cair dan mobilmu bisa dipindahkan namanya ke atas namaku untuk biaya perawatan anak ini.”

Paolo berdiri di belakang ibunya, terus menunduk, tidak berani menatap mata saya.

Saya mengambil dokumen itu. Saya tersenyum—senyum yang membuat ibu mertua saya mengernyit bingung.

“Tentu,” kata saya pelan. “Tapi sebelum itu, saya ingin mengabari seseorang.”

Saya mengambil ponsel saya dari tas kecil yang sengaja saya sembunyikan di bawah bantal (saya punya dua ponsel, dan mereka hanya mengambil yang satu lagi yang sudah saya kosongkan isinya). Saya melakukan panggilan video.

Layar ponsel bergetar. Wajah seorang pria tua dengan setelan jas rapi muncul di layar. Itu adalah pengacara keluarga besar Santos—keluarga saya yang selama ini saya sembunyikan profilnya dari keluarga Reyes karena saya ingin pernikahan yang sederhana.

“Tuan pengacara,” ucap saya dengan suara lantang. “Tolong jelaskan pada mereka tentang klausul kepemilikan aset yang baru saja mereka ambil paksa dari rekening saya.”

Suara berat pengacara itu menggema di ruangan melalui speaker: “Nyonya Mariel, segala bentuk transfer paksa terhadap tunjangan persalinan yang dikategorikan sebagai dana perlindungan anak di bawah hukum, ditambah dengan bukti rekaman pembicaraan Anda semalam tentang niat penggelapan aset kendaraan, adalah tindak pidana berat. Saya sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit Santa Ana bersama pihak kepolisian dan auditor bank.”

Wajah ibu mertua saya memucat seketika. Cornick yang ia pegang jatuh berserakan. “Apa… apa yang kau lakukan?”

“Kalian pikir saya bodoh?” saya berdiri, menahan rasa sakit dengan segenap keberanian. “Kalian mencuri uang tunjangan, kalian mengancam saya, dan kalian berencana menjual aset pribadi saya. Saya sudah merekam semua percakapan kita sejak semalam. Termasuk saat kalian mengakui rencana pengalihan nama mobil tersebut untuk membeli susu.”

Paolo gemetar. “Mariel, sayang… ini salah paham…”

“Jangan panggil aku sayang,” desis saya.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka lebar. Bukan polisi yang masuk, melainkan sekelompok pria berseragam rumah sakit—bukan perawat, melainkan petugas keamanan dari manajemen rumah sakit, diikuti oleh seorang pria paruh baya yang sangat berwibawa.

Itu adalah Direktur Rumah Sakit.

“Ibu Milagros Reyes,” suara Direktur itu sedingin es. “Kami baru saja menerima laporan dari tim keamanan. Anda dan menantu Anda, Carla, telah terbukti melakukan tindakan ilegal di dalam fasilitas kami. Kami memiliki rekaman CCTV saat Anda memaksa mengambil ponsel pasien dan mencuri akses perbankan.”

Ibu mertua saya berteriak, “Ini rumah sakit umum! Siapa kalian berani mengusir saya?”

“Ini memang rumah sakit umum, tapi saya adalah pemilik yayasan yang mendanai sayap bersalin tempat Anda berada sekarang,” jawab pria itu dengan tenang.

Ternyata, ayah saya bukanlah sekadar pengusaha kecil di Tondo. Dia adalah pemegang saham utama di jaringan rumah sakit ini, sesuatu yang tidak pernah saya ceritakan pada keluarga Reyes karena saya ingin melihat apakah mereka mencintai saya karena pribadi saya, bukan karena status. Ternyata, jawabannya sangat pahit.

“Polisi sudah di lobi,” lanjut Direktur itu.

Ibu mertua saya mencoba lari, tetapi dua satpam menahannya. Carla, yang ketakutan, menjatuhkan tasnya, yang ternyata berisi dokumen palsu yang sudah mereka siapkan.

“Paolo,” saya menoleh ke suami saya yang kini tampak hancur. “Kamu memilih ibumu. Maka silakan, nikmati sisa hidupmu bersama ibumu di tempat yang tidak memiliki ponsel untuk dimainkan.”

Polisi masuk dan memborgol mereka berdua di depan mata saya. Paolo tidak melawan, dia hanya menangis memohon ampun, namun matanya menunjukkan bahwa dia lebih takut akan kehilangan uang daripada kehilangan saya.

Satu jam kemudian, kamar menjadi sunyi. Saya akhirnya bisa memeluk putri saya yang dibawa oleh suster dari ruang bayi. Dia sangat mungil, sangat tenang.

Tiba-tiba, ponsel saya berbunyi. Pesan dari bank masuk.

Transfer masuk: ₱680.000.

Dan diikuti satu pesan lagi dari ayah saya: “Mobil itu sudah saya jual. Uangnya sudah saya donasikan ke panti asuhan atas nama cucuku. Mulai hari ini, kamu dan bayi itu adalah tanggung jawabku sepenuhnya. Kita akan memulai hidup baru, tanpa parasit.”

Saya menatap putri saya dalam-dalam. Nama belakang Reyes yang diberikan padanya akan saya hapus. Di depan akta kelahiran yang baru, dia akan membawa nama keluarga saya—nama keluarga yang dibangun dengan kerja keras, bukan dengan mencuri tunjangan seorang ibu yang baru saja berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkannya.

Saya menatap ke luar jendela, ke arah jalanan Quezon City yang mulai terang oleh lampu kota. Masa lalu itu sudah terkubur. Sekarang, hanya ada saya dan masa depan saya yang kecil, yang tidur pulas dalam dekapan saya.

Akhirnya, saya bisa bernapas lega.

Để lại một bình luận

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *

Lên đầu trang