SAYA TIDAK MENAGIH, TIDAK BERTENGKAR—SAYA HANYA MENYIMPAN SEMUANYA SAMPAI DIA SENDIRI YANG MENINGGALKAN BUKTINYA
Selama tiga bulan, kami selalu makan siang di kantin perusahaan yang sama di Jakarta Selatan. Bukan karena kami berteman. Melainkan […]
Selama tiga bulan, kami selalu makan siang di kantin perusahaan yang sama di Jakarta Selatan. Bukan karena kami berteman. Melainkan […]
Namaku Javier. Selama bertahun-tahun aku percaya bahwa uang bisa menyelesaikan hampir semua masalah. Aku bekerja sebagai insinyur proyek dengan penghasilan
Namaku Alina. Kalau ada satu pelajaran yang kupetik malam itu, pelajaran itu sederhana: jangan pernah menganggap semua kebohongan akan selamanya
Gabriel hanya tersenyum tipis. “Benar.” “Lalu memangnya kalian bisa melakukan apa?” Kalimat itu membuat wajah Paman Jun memerah karena marah.
Namaku Lina Dela Cruz. Sebagian orang mengenalku sebagai software engineer baru yang nyaris dipermalukan di depan seluruh divisi teknik. Sebagian
Di sebuah kamar kos sempit yang berdinding tipis di tengah hiruk-pikuk Surabaya, Carla menatap layar ponselnya yang mulai retak di
Malam itu, hujan turun begitu deras hingga suara rintiknya menenggelamkan tangisan dari dalam rumah keluarga Reyes. Aku melangkah pergi tanpa
Air mata Roberto masih mengalir ketika jemarinya yang penuh kapalan menggenggam map berisi dokumen rumah baru itu. Selama puluhan tahun,
Sepuluh tahun yang lalu, aku hanyalah seorang mahasiswa miskin yang bekerja paruh waktu demi bisa bertahan hidup. Sementara itu, Cassandra
Langit Jakarta sore itu mulai menggelap ketika aku berdiri di depan pintu Amara Bridal Atelier sambil menggenggam sebuah koper hitam.