Dokter Tampan di Apartemen Sebelah Selalu Menghindariku, Sampai Aku Tahu Ia Mendengar Semua Kegilaanku Setiap Malam
Toh Galang tidak akan pernah tahu. Setidaknya, itulah keyakinanku malam itu. Tiga hari kemudian, aku mulai curiga bahwa semesta punya
Toh Galang tidak akan pernah tahu. Setidaknya, itulah keyakinanku malam itu. Tiga hari kemudian, aku mulai curiga bahwa semesta punya
Aku tidak pernah menyangka kalimat sederhana Bima malam itu akan menjadi sesuatu yang terus terngiang di kepalaku. “Citra, ini yang
“Jadi, ternyata kamu sedang menunggu ambulans.” Suara Mahesa berubah pelan. Untuk pertama kalinya malam itu, wajahnya benar-benar terlihat panik. Aku
Aku baru mengetahui bahwa namaku mungkin bukan Hara Putra ketika hasil tes DNA itu datang keesokan paginya. Dokter belum mengatakan
Tamparan itu begitu keras hingga kepala Raka terpaling ke samping. Seluruh aula membeku. Citra yang tadi sibuk membersihkan saus dari
“Aku tidak mungkin meninggalkan mereka begitu saja…” Kalimat Raka terputus ketika ia melihat ekspresiku. Aku menatapnya cukup lama, mencoba memahami
Ketika kursi roda Raka keluar dari kamar, suara tawa di ruang keluarga mendadak mereda. Semua mata tertuju kepada kami. Dimas,
Enam bulan setelah putus, Raka berdiri di depan rumahku dalam keadaan basah kuyup, menatap seorang pria setengah telanjang di belakangku
Aku menatap punggung Sari yang menghilang ke ruang kerja, lalu menoleh kepada Rangga. Aneh sekali. Selama tiga tahun tinggal bersama,
“Aku merindukan anak kita.” Kalimat itu keluar begitu pelan hingga Aditya yang sedang menuangkan air berhenti sesaat. Ia menoleh kepadaku,