SEORANG PENJUAL BAKSO IKAN DENGAN TENANG MENDORONG GEROBAKNYA DI TEPI
Mang Delfin tidak melanjutkan kalimatnya. Lidahnya kelu, bukan karena takut, melainkan karena ia melihat wajah pucat di balik masker oksigen […]
Mang Delfin tidak melanjutkan kalimatnya. Lidahnya kelu, bukan karena takut, melainkan karena ia melihat wajah pucat di balik masker oksigen […]
Musim dingin tahun 1881 tiba dengan kebengisan yang belum pernah tercatat dalam sejarah lisan penduduk Cordillera. Salju turun bukan sebagai
Sepuluh kendaraan mewah itu tidak berhenti begitu saja. Mereka membentuk formasi setengah lingkaran, memblokir jalan sempit yang biasanya hanya dilewati
Dua jam berlalu dengan begitu cepat. Tertawa bersama sahabat-sahabat saya di sebuah bar kelas atas di pusat kota, menyesap martini,
Suasana di dalam rumah kayu itu mendadak hening, seolah dunia di luar sana berhenti berputar. Dengan tarikan yang presisi dan
Pria paruh baya itu, yang kemudian diketahui bernama Tuan Aris, melangkah mendekat. Ia tidak berteriak. Ia tidak tampak marah. Dengan
Keheningan di aula itu terasa lebih tajam daripada pisau. Tristan, dengan setelan jas mahalnya, memandang saya dari ujung rambut hingga
Suasana di dalam kondominium mewah itu mendadak terasa mencekam. Bianca, wanita yang sebelumnya tampak begitu percaya diri dengan gaun sutranya,
Mata Mateo tertuju pada map biru itu. Bukan sekadar dokumen, itu adalah kunci kehancuran yang telah ia persiapkan jauh sebelum
Keheningan menyelimuti dapur sementara yang pengap itu. Bau tajam kotoran usus babi seolah mengejek martabat saya yang baru saja diinjak-injak.