SUAMIKU MEMILIH MENYELAMATKAN SELINGKUHANNYA DI DANAU DAN MEMBIARKAN AKU YANG HAMIL 7 BULAN TENGGELAM. DIA PIKIR AKU AKAN MEMOHON, TAPI AKU KEMBALI UNTUK MENGHANCURKANNYA!

Maya tidak pernah menyangka bahwa satu keputusan suaminya di tengah danau akan mengubah seluruh hidupnya. Saat tubuhnya yang sedang mengandung tujuh bulan tenggelam ke dalam air dingin, pria yang bersumpah akan melindunginya justru berenang menyelamatkan wanita lain. Di detik ketika napasnya hampir habis, Maya tidak lagi berdoa agar pernikahannya bertahan. Ia hanya berdoa agar anak di dalam kandungannya tetap hidup. Doa itu terkabul. Namun sejak hari itu, perempuan yang kembali ke daratan bukan lagi Maya yang dulu.

Dokter memastikan kondisi bayinya stabil meski Maya harus menjalani perawatan selama beberapa hari. Polisi sempat meminta keterangan mengenai insiden di danau, tetapi Adrian memberikan kesaksian bahwa semuanya hanyalah kecelakaan. Bella pun mengaku panik karena tidak bisa berenang. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Adrian sengaja meninggalkan istrinya.

Maya hanya tersenyum tipis ketika penyidik bertanya apakah ia ingin membuat laporan.

“Akan ada waktunya,” jawabnya singkat.

Selama lima tahun menikah, Maya sebenarnya bukan sekadar istri pemilik perusahaan properti Arunika Group. Sebelum menikah, ia adalah direktur strategi yang berhasil membawa perusahaan keluarga berkembang pesat. Setelah mengandung, Adrian membujuknya berhenti bekerja agar fokus menjadi ibu.

“Kamu tidak perlu capek. Biar aku yang mengurus semuanya,” kata Adrian saat itu.

Maya mempercayainya.

Ia tidak tahu bahwa perlahan-lahan Adrian menyingkirkan semua orang yang loyal kepadanya dan mengganti posisi penting dengan orang-orang pilihannya, termasuk Bella.

Sekembalinya dari rumah sakit, Maya tidak menangis. Ia justru mulai membuka kembali laptop lamanya yang selama ini tersimpan di gudang.

Satu per satu email lama ia baca.

Satu per satu laporan keuangan yang masih tersimpan di cloud ia cocokkan dengan laporan terbaru yang berhasil ia akses menggunakan akun administrator lama yang ternyata belum dinonaktifkan.

Semakin lama ia memeriksa, semakin dingin wajahnya.

Ada puluhan transaksi yang tidak masuk akal.

Dana perusahaan mengalir ke perusahaan konsultan yang ternyata hanya perusahaan cangkang.

Nama direktur perusahaan itu membuat Maya tertawa kecil.

Bella Prameswari.

“Jadi selama ini bukan hanya selingkuh,” gumamnya pelan. “Kalian juga mencuri.”

Ia tidak langsung bertindak.

Sebaliknya, ia menghubungi seseorang yang sudah hampir dua tahun tidak pernah ia temui.

“Pak Budi, apa Bapak masih bersedia membantu saya?”

Di ujung telepon terdengar suara berat seorang pria.

“Bu Maya? Saya pikir Ibu sudah melupakan perusahaan.”

“Saya ingin mengambil kembali apa yang memang menjadi hak saya.”

Pak Budi adalah mantan auditor internal yang dipaksa pensiun dini setelah Adrian menjadi direktur utama. Selama ini ia diam karena tidak memiliki bukti yang cukup.

Kini semuanya berubah.

Selama hampir dua bulan, Maya diam-diam bekerja sama dengan Pak Budi, seorang pengacara perusahaan, dan auditor independen.

Semua dilakukan tanpa sepengetahuan Adrian.

Di rumah, Adrian semakin sering pulang larut malam.

Bella bahkan mulai datang terang-terangan.

“Mulai sekarang Bella akan sering bekerja dari rumah. Kamu tidak keberatan, kan?” kata Adrian suatu malam.

Maya hanya mengangguk.

Bella memandang Maya dengan senyum kemenangan.

“Aku harap kita bisa saling menghormati.”

“Tentu,” jawab Maya tenang.

Bella mengira ia sedang menghadapi perempuan yang sudah menyerah.

Padahal setiap senyum yang Maya berikan hanyalah topeng.

Tiga bulan kemudian, Arunika Group mengumumkan rapat umum pemegang saham tahunan.

Adrian tampil percaya diri di atas panggung.

Ia memamerkan grafik pertumbuhan perusahaan dan berbagai proyek baru.

Para investor tampak puas.

Bella duduk di barisan depan dengan pakaian elegan.

Saat Adrian hendak menutup presentasi, pintu ruang rapat terbuka.

Semua kepala menoleh.

Maya masuk perlahan mengenakan setelan putih sederhana.

Perutnya yang semakin besar membuat seluruh ruangan langsung hening.

“Bukankah itu Bu Maya?” bisik beberapa orang.

Adrian memucat.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Aku hanya ingin menghadiri rapat pemegang saham.”

“Kamu bukan bagian dari manajemen.”

Maya tersenyum.

“Aku memang bukan manajemen.”

Ia mengangkat sebuah map.

“Tapi aku masih pemegang saham terbesar kedua.”

Ruangan langsung gaduh.

Adrian baru teringat bahwa sebelum menikah, sebagian besar saham perusahaan memang dibeli atas nama Maya menggunakan hasil usaha keluarga besarnya.

Selama ini ia mengira Maya tidak pernah memperhatikan dokumen-dokumen itu lagi.

Pengacara Maya berdiri.

“Kami meminta rapat dihentikan sementara.”

Layar presentasi tiba-tiba berubah.

Grafik keuntungan menghilang.

Berganti dengan daftar transfer miliaran rupiah ke berbagai rekening.

Nama Bella muncul berkali-kali.

Wajah Bella langsung pucat.

“Itu fitnah!” teriaknya.

Pak Budi berdiri dari kursinya.

“Itu hasil audit forensik.”

Lalu seorang auditor independen menyerahkan laporan setebal ratusan halaman kepada seluruh investor.

Satu demi satu bukti dipaparkan.

Mark-up proyek.

Perusahaan fiktif.

Penggelapan dana.

Manipulasi laporan pajak.

Selama hampir satu jam, tidak ada seorang pun yang mampu membantah.

Adrian berkeringat deras.

“Ini semua rekayasa!”

Maya akhirnya berbicara.

“Kalau memang rekayasa, silakan jelaskan kenapa perusahaan konsultan itu terdaftar atas nama Bella.”

Bella mulai menangis.

“A-Adrian… bilang semuanya aman…”

Adrian menoleh tajam.

“Diam!”

Namun semuanya sudah terlambat.

Beberapa investor besar langsung menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Adrian.

Dewan komisaris melakukan pemungutan suara darurat.

Hari itu juga Adrian diberhentikan sebagai direktur utama.

Ketika petugas keamanan menghampirinya untuk mengambil kartu akses kantor, Adrian akhirnya kehilangan kendali.

Ia berlari mengejar Maya di area parkir bawah tanah.

“Semua ini gara-gara kamu!”

Ia meraih lengan Maya dengan kasar.

Belum sempat ia melakukan apa pun, dua petugas keamanan langsung menahannya.

Maya memandangnya tanpa rasa takut.

“Dulu di danau kamu memilih menyelamatkan Bella.”

Adrian menatapnya penuh kebencian.

“Kamu sudah menghancurkan hidupku.”

Maya menggeleng pelan.

“Bukan aku.”

“Kalau begitu siapa?”

“Kamu sendiri.”

Seminggu kemudian, polisi menetapkan Adrian dan Bella sebagai tersangka atas dugaan penggelapan dan pencucian uang berdasarkan hasil audit dan laporan para investor.

Media nasional memberitakan kasus itu selama berhari-hari.

Nama Adrian yang dulu dipuji sebagai pengusaha muda sukses kini identik dengan skandal.

Bella memilih bekerja sama dengan penyidik untuk mendapatkan keringanan hukuman.

Ia mengakui bahwa hampir semua transaksi dilakukan atas perintah Adrian.

Untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, Adrian benar-benar sendirian.

Beberapa bulan kemudian, Maya melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat.

Saat menggendong putranya, ia memandangi wajah kecil yang pernah memberinya kekuatan untuk bertahan hidup di dasar danau.

Ia tidak pernah menceritakan kebencian kepada anak itu.

Yang ia ceritakan hanyalah keberanian, harga diri, dan pentingnya memilih orang yang tepat untuk dipercaya.

Suatu sore, ketika matahari mulai tenggelam, Maya menerima sebuah surat dari lembaga pemasyarakatan.

Surat itu berasal dari Adrian.

Ia membukanya perlahan.

Di dalam hanya ada satu kalimat.

“Aku akhirnya mengerti, kehilanganmu adalah hukuman terberat dalam hidupku.”

Maya membaca surat itu hingga selesai, lalu melipatnya kembali.

Tanpa air mata.

Tanpa kemarahan.

Ia memasukkannya ke dalam laci, menguncinya, lalu berjalan menuju taman tempat putranya sedang tertawa mengejar kupu-kupu.

Untuk pertama kalinya setelah hari kelam di Danau Bedugul, Maya menyadari bahwa kemenangan terbesar bukanlah melihat orang yang mengkhianatinya jatuh.

Kemenangan terbesar adalah ketika ia berhasil bangkit, melindungi anaknya, dan membangun hidup yang tidak lagi bergantung pada orang yang pernah berusaha menghancurkannya.

Để lại một bình luận

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *

Lên đầu trang