Hari Itu Aku Dipanggil ke Kantor Notaris, Tapi Bukan untuk Menerima Warisan. Paman Malah Menyuruhku Mengosongkan Rumah Kakek Sebelum Matahari Terbenam.
Notaris itu tidak langsung membuka amplop. Ia menunggu sampai Paman Arman kembali duduk, meski kali ini dua orang di sampingnya










