PADAN MUKA IBU MERTUAKU: DIA MAHU MEMALUKAN AKU DI HADAPAN PARA JUTAWAN
Beberapa minit pertama berlalu tanpa apa-apa yang pelik. Aku masih berdiri di sisi Adrian, melayan tetamu yang datang bersalaman dan
Beberapa minit pertama berlalu tanpa apa-apa yang pelik. Aku masih berdiri di sisi Adrian, melayan tetamu yang datang bersalaman dan
Sabtu pagi itu, aku bangun sebelum jam enam. Anehnya, aku langsung tidak berasa gementar. Selepas bertahun-tahun membiarkan keluargaku menentukan apa
Pintu bilik mesyuarat terbuka luas, dan dalam sekelip mata, segala senyuman di wajah Citra lenyap. Arisatya berdiri di muka pintu
Saya masih berdiri di tengah dapur apabila Bimo menunjuk ke arah beg-beg hitam yang berisi pakaian saya. “Ambil barang kau
Ratna tidak langsung pulang ke rumah. Begitu keluar dari gedung kantor Hendra, ia duduk di dalam mobil selama hampir sepuluh
Jumat pagi, Pak Hendra bangun sebelum azan Subuh terdengar dari masjid di seberang kompleks apartemennya. Ia tidak tampak seperti seorang
“Kalau kamu tidak pergi sekarang, aku yang akan memanggil keamanan kompleks.” Suara Dimas terdengar lebih keras dari sebelumnya. Namun Maya
Danu menatap ayahnya cukup lama. Perlahan, ia melepaskan satu tangannya dari bahu Maya. Kemudian ia maju dan berdiri tepat di
Pukul 13.27, Dimas menelepon Maya. Sekali. Tidak diangkat. Dua kali. Tetap tidak diangkat. Pada panggilan ketiga, Dimas bahkan tidak menunggu
Malam itu, Rina tidak menunggu Ibu Hartini pulang untuk memulai pertengkaran. Dia justru membuka rantai kulkas dengan tang potong yang