PULANG LEBIH CEPAT DARI KANTOR, AKU MEMERGOKI SUAMIKU MENYUDUTKAN IBUKU DI DAPUR DAN MENGUSIRNYA.
Maya menatap nama Bagas Pratama yang berulang kali muncul di layar ponselnya. Untuk pertama kalinya sejak menikah tujuh tahun lalu,
Maya menatap nama Bagas Pratama yang berulang kali muncul di layar ponselnya. Untuk pertama kalinya sejak menikah tujuh tahun lalu,
MALAM ITU, PEMILIK KLUB MENANTANGKU MELAWAN PETARUNG TERKUATNYA HANYA UNTUK MEMPERMALUKANKU DI DEPAN SEMUA ORANG. NAMUN 14 DETIK KEMUDIAN, SEBUAH
“Maya! Maksud kamu apa membatalkan hibah rumah itu?” Suara Bu Ratna terdengar begitu keras sampai Maya harus menjauhkan ponsel dari
Rika menatap Maya seolah sedang berusaha memastikan bahwa perempuan yang berdiri di hadapannya benar-benar adiknya sendiri. Kemudian tatapannya jatuh pada
Maya tidak kembali ke meja makan malam itu. Ia berdiri cukup lama di depan wastafel, menatap dua garis merah di
Aku menatap botol kapsul di meja, lalu kembali menatap Arga. Tenggorokanku terasa kering. “Apa maksudmu mereka akan melakukan sesuatu kepadamu
Tes DNA. Dua kata itu terus terngiang di kepala Clarissa sepanjang perjalanan pulang. Namun ia tahu, kebenaran tentang Arka hanyalah
Keesokan paginya, Bagas turun ke ruang makan dengan wajah puas. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa sejak malam sebelumnya, perempuan
Maya menatap tanda tangan ibunya sampai huruf-huruf di atas kertas itu mulai terlihat kabur. Kereta terus melaju meninggalkan Bogor, tetapi
Dokumen pertama di dalam map itu membuat tangan Maya berhenti bergerak. Di bagian atas kertas tertulis jelas sebuah nama kantor