ENAM TAHUN LALU, DI DEPAN 35 TEMAN SEKELAS, MEREKA MENERTAWAKANKU HANYA KARENA AKU MENGGAMBAR RUMAH PAPAN KECIL MILIK KELUARGAKU DI DESA. MEREKA MENYEBUTKU ANAK KAMPUNG DARI KELUARGA SEDERHANA YANG TIDAK PANTAS BERSEKOLAH DI SANA. PADAHAL, SETIAP HARI AKU HARUS MENEMPUH PERJALANAN HAMPIR DUA JAM DAN MENELAN SEMUA RASA MALU ITU SENDIRIAN SELAMA BERTAHUN-TAHUN.
Enam tahun setelah hari ketika gambar rumah papan keluargaku menjadi bahan tertawaan satu kelas, aku berdiri di depan sebuah bangunan










