DUA ANAK GELANDANGAN MENGHAMPIRI MEJAKU LALU BERTANYA DENGAN POLOS, ‘BU… APAKAH KAMI BOLEH MAKAN SISA MAKANAN IBU
Tangisku semakin keras hingga seluruh restoran mendadak sunyi. Orang-orang berhenti makan dan menoleh ke arah kami. Dua anak kecil yang
Tangisku semakin keras hingga seluruh restoran mendadak sunyi. Orang-orang berhenti makan dan menoleh ke arah kami. Dua anak kecil yang
Ketika pintu rumah terbuka, perempuan itu melangkah masuk dengan gaun sederhana berwarna krem dan membawa sekotak kue. Wajahnya memang tenang,
Ruang interogasi itu mendadak terasa begitu menyesakkan ketika layar tablet di hadapanku menjadi hitam legam. Kegelapan menyelimuti ruangan, hanya ditemani
Cengkeraman Direktur di bahuku begitu kuat sampai terasa sakit. “Mulai sekarang, jangan percaya kepada siapa pun yang mengaku mengetahui kebenaran
Aku menghabiskan lebih dari dua juta peso untuk membangun rumah kami. Namun suamiku berkata bahwa rumah itu adalah milik orang
“Kak… akhirnya kamu tahu juga?” Aku menatap Miguel tanpa mampu menjawab. Hujan kembali turun tipis, menempel di rambut dan wajahnya.
Pintu kamar yang terbuka perlahan di tengah malam itu memecah keheningan apartemen yang terasa semakin mencekam. Cahaya remang-remang dari lampu
Panggilan video itu bergetar di telapak tanganku seperti sebuah jantung yang sedang kehilangan irama. Aku menarik napas panjang sebelum menekan
Aku tidak langsung menjawab. Sofia memelukku semakin erat hingga wajah kecilnya tenggelam di bahuku. Aku mengusap rambutnya perlahan, berusaha menenangkan
Rasanya seluruh udara di lapangan basket menghilang. Tanganku gemetar hebat. Ponsel yang masih menampilkan notifikasi transfer sepuluh juta rupiah hampir