Hari aku pulang dari penugasan militer, yang kuharapkan hanyalah kebahagiaan. Selama enam bulan yang panjang, aku terus membayangkan saat bisa bertemu kembali dengan istriku, memeluknya erat, dan akhirnya meninggalkan rasa sepi di belakang.
Malam itu, dinginnya udara malam seolah menembus dinding kamar, tetapi panas di dalam dadaku jauh lebih membakar. Aku berdiri di










