Karena kau sudah di sini, mari kita hentikan kepura-puraan in

Bagian 2: Rahasia di Balik Kekayaan Valle Technologies

Malam itu, Isabella menunggu di apartemen penthouse milik Lucas di pusat kota Makati. Untuk pertama kalinya sejak menikah dengan Ricardo tiga tahun lalu, dia merasa aman.

Mateo tiba lebih dulu, masih mengenakan setelan kerjanya. Wajahnya tegang saat melihat kondisi adiknya.

— Kau tidak perlu menceritakan semuanya malam ini — katanya lembut. — Fokus pada bayimu.

Namun Isabella menggeleng.

— Aku harus tahu sejak kapan hidupku menjadi kebohongan.

Lucas membuka laptopnya.

— Ceritakan semua yang kau ingat. Sekecil apa pun detailnya.

Isabella menarik napas panjang.

— Dua minggu lalu, Ricardo menerima telepon saat makan malam. Dia terlihat panik. Setelah itu, dia menghabiskan hampir setiap malam di ruang kerjanya. Pagi ini, saat aku mencarinya untuk menunjukkan hasil USG terbaru, aku melihat beberapa dokumen di mejanya.

— Dokumen seperti apa? — tanya Mateo.

— Ada nama perusahaan yang belum pernah kudengar. Blue Horizon Holdings. Lalu ada transfer ke beberapa akun di Kepulauan Cayman dan Swiss. Jumlahnya jutaan euro.

Lucas dan Mateo saling berpandangan.

Itu bukan tatapan biasa.

Itu tatapan dua pengacara yang menyadari bahwa mereka sedang melihat pola kejahatan keuangan.

— Apakah kau sempat memotret dokumen itu? — tanya Lucas.

Isabella mengangguk pelan.

Tangannya gemetar saat menyerahkan ponselnya.

Lucas memperbesar gambar satu per satu. Wajahnya berubah pucat.

— Ini bukan sekadar penggelapan pajak.

Mateo mengambil alih ponsel itu.

— Ada transfer dari dana riset perusahaan ke rekening pribadi di luar negeri.

— Apa artinya? — tanya Isabella.

Mateo menatap adiknya dengan serius.

— Jika dana ini berasal dari investor publik atau kontrak pemerintah, Ricardo bisa menghadapi tuduhan pencucian uang, penipuan sekuritas, dan penggelapan aset.

— Hukuman maksimalnya?

Mateo terdiam sejenak.

— Lebih dari dua puluh tahun penjara.

Ruangan itu mendadak sunyi.

Isabella menunduk, memegang perutnya yang membesar.

Pria yang dicintainya ternyata bukan hanya pengkhianat.

Dia mungkin seorang kriminal.


Keesokan paginya, Ricardo menelepon.

Isabella membiarkan panggilan itu masuk ke pesan suara.

Suara suaminya terdengar tenang dan arogan.

— Jangan membuat semuanya menjadi rumit. Aku sudah menyiapkan mobil untuk mengantarmu mengambil barang-barangmu. Ingat perjanjian pranikah kita. Kau tidak akan memenangkan apa pun.

Beberapa menit kemudian, pesan lain masuk.

“Kita perlu bicara. Sekarang.”

Lucas menyeringai tipis.

— Dia panik.

— Kenapa? — tanya Isabella.

Mateo menunjukkan layar laptopnya.

— Karena kami sudah memeriksa dokumen yang kau kirim.

Blue Horizon Holdings ternyata terdaftar atas nama seorang direktur nomine di Cayman. Namun, ada satu kesalahan fatal.

Salah satu formulir internal mencantumkan alamat email pribadi Ricardo.

Jejak digital yang tidak bisa disangkal.

— Orang-orang seperti Ricardo berpikir uang bisa membeli segalanya — kata Mateo. — Mereka lupa bahwa kesombongan selalu meninggalkan bukti.

Tepat pukul sebelas siang, Ricardo kembali menghubungi.

Kali ini melalui nomor yang tidak dikenal.

Lucas mengaktifkan fitur perekam panggilan dan mengangguk kepada Isabella.

— Angkat.

Isabella menarik napas panjang.

— Halo?

— Isabella, dengarkan aku baik-baik — suara Ricardo terdengar berbeda. Bukan marah. Takut.

— Apa yang kau inginkan?

— Kita bisa menyelesaikan ini secara dewasa.

— Seperti saat kau tidur dengan sahabatku di ranjang kita?

Ricardo terdiam sesaat.

— Aku akan mentransfer lima juta euro ke rekeningmu.

Isabella memejamkan mata.

— Untuk apa?

— Sebagai kompensasi. Dengan satu syarat.

Mateo memberi isyarat agar dia tetap tenang.

— Syarat apa?

Suara Ricardo menurun menjadi bisikan.

— Serahkan semua salinan dokumen yang kau lihat. Hapus foto-fotonya. Dan beri tahu saudara-saudaramu untuk berhenti menyelidiki.

Kini semuanya jelas.

Bukan perselingkuhan yang membuat Ricardo takut.

Melainkan apa yang Isabella ketahui.

— Aku tidak mengerti maksudmu — jawab Isabella pelan.

— Jangan pura-pura bodoh! — bentak Ricardo. — Kau tidak tahu siapa saja yang terlibat dalam ini.

Mateo langsung menegakkan tubuhnya.

Lucas menghentikan rekaman sejenak dan berbisik:

— Itu dia.

— Apa?

— Dia baru saja mengakui bahwa ada pihak lain.

Sebuah jaringan.

Bukan aksi tunggal.

Ricardo kembali berbicara, suaranya dipenuhi kepanikan.

— Ambil uangnya, Isabella. Pergilah ke luar negeri. Besarkan anak kita dengan nyaman. Jika kau terus melanjutkan ini, hidupmu dalam bahaya.

Panggilan terputus.

Ruangan itu hening.

Mateo berdiri dan mengambil ponselnya.

— Mulai sekarang, kau tidak sendirian sedetik pun.

— Mateo…

— Ancaman terhadap saksi dan upaya menyuap saksi adalah tindak pidana tambahan.

Lucas menatap layar laptop yang dipenuhi data transfer.

— Dan jika firasatku benar, ini baru permulaan.

Di antara ratusan transaksi yang mereka telusuri, ada satu nama yang muncul berulang kali.

Montero Consulting Group.

Perusahaan milik ayah Carolina.

Isabella merasakan dadanya sesak.

Perselingkuhan itu ternyata bukan sekadar hubungan terlarang.

Dia telah dikhianati oleh dua orang yang bekerja sama sejak awal.

Dan saat Mateo menghubungi unit kejahatan keuangan nasional malam itu, dia belum mengetahui satu fakta yang paling mengejutkan:

Tiga hari sebelumnya, auditor internal Valle Technologies yang berusaha melaporkan transaksi mencurigakan ditemukan tewas dalam kecelakaan mobil yang masih diselidiki polisi.

Để lại một bình luận

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *

Lên đầu trang