“Jawab aku. Dari mana kamu tahu nama perempuan itu?”
“Siapa yang memberi izin padamu masuk ke ruangan ini?” Suara itu terdengar tenang, tetapi cukup untuk membuat darah Arini seolah […]
“Siapa yang memberi izin padamu masuk ke ruangan ini?” Suara itu terdengar tenang, tetapi cukup untuk membuat darah Arini seolah […]
Bu Warni menatap putranya dengan senyum penuh arti sebelum benar-benar melangkah pergi. Arga hanya menggeleng pelan, sementara wajah Nia memerah
Mentari tidak pernah benar-benar tidur malam itu. Saat jarum jam menunjukkan pukul dua dini hari, suara langkah Bintang akhirnya kembali
“Apa?” Suara Nia terdengar terlalu keras hingga seorang perawat yang lewat menoleh ke arah mereka. Wajah gadis itu langsung memerah.
“Itu bukan urusanku.” Kalimat itu membuat Alana berhenti bernapas selama beberapa detik. Di luar jendela, hujan turun semakin deras. Cahaya
Malam ketika Ibu Marni ditemukan tidur di bangku terminal, tiga anaknya sedang berkumpul di ruang keluarga, memperdebatkan siapa yang berhak
“Siapa… kamu?” Cengkeraman pria itu begitu kuat hingga jemari Ariella terasa kebas. Namun, ia tidak berusaha melepaskan tangannya. Ia hanya
Nia menundukkan kepala. Air matanya terus mengalir tanpa bisa ditahan. Harga dirinya terasa runtuh saat harus mengucapkan kalimat itu di
Dadaku masih bergemuruh hebat, menyisakan rasa panas yang membakar setiap jengkal urat nadiku saat mobil yang kuendarai melesat membelah jalanan
Pintu rumah baru saja terbuka ketika Bintang melangkah masuk tanpa permisi. Wajahnya masih dipenuhi kesombongan yang sama seperti semalam, seolah