Nia tertegun mendengar ucapan Bu Warni. Wajahnya yang semula sembab karena tangis kini merona merah. Ia menatap Arga dan Bu Warni bergantian dengan tatapan tidak enak hati.
“Apa?” Suara Nia terdengar terlalu keras hingga seorang perawat yang lewat menoleh ke arah mereka. Wajah gadis itu langsung memerah.










