Katanya, idola kampus tidak pernah menerima hadiah pengakuan cinta.
Rasanya seluruh udara di lapangan basket menghilang. Tanganku gemetar hebat. Ponsel yang masih menampilkan notifikasi transfer sepuluh juta rupiah hampir
Rasanya seluruh udara di lapangan basket menghilang. Tanganku gemetar hebat. Ponsel yang masih menampilkan notifikasi transfer sepuluh juta rupiah hampir
Suasana di lorong kampus mendadak terasa begitu sunyi, seolah detak jarum jam pun berhenti berputar. Marco dan kedua teman sekamarku
Suara sirene tim SAR yang meraung-raung di kejauhan memecah keheningan malam di lereng gunung yang dingin itu. Hujan turun semakin
Lia berdiri diam di dekat kusen pintu kamar tidur yang berdebu, menatap punggung kedua pemuda yang perlahan menjauh menembus tirai
Pria tua itu berdiri di bawah hujan seolah seluruh gang adalah panggung yang telah dipersiapkan khusus untuk kemunculannya. Usianya mungkin
Arga memutuskan sambungan telepon tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Selama beberapa detik, Tiffany masih berusaha mempertahankan senyumnya. Namun senyum itu
Bea masih menatapku dengan senyum tipis yang membuat darahku terasa membeku. “Sekarang… bukti apa lagi yang kamu punya?” Kalimat itu
Mara mematung beberapa detik sambil menggenggam ponsel tua itu. Napasnya terasa sesak. Kalimat terakhir dari ayahnya terus terngiang di kepalanya.
Ayu menarik napas panjang. “Saat listrik sempat padam sekitar lima belas menit, aku keluar mengambil air hangat. Lorong benar-benar gelap.
Suara klik dari kunci pintu yang diputar dari luar terdengar begitu nyaring di telingaku, seolah menjadi penanda bahwa malam ini