Saat demam tinggi mencapai hampir 40 derajat (104 Fahrenheit), ibu mertuaku menyiramkan seember es ke wajahku sambil berteriak, “Oh! Apa kau sudah mati? Kenapa kau tidak bangun untuk memasak?!”
Saat air es menghantam wajahku, aku tidak langsung berteriak. Tubuhku terlalu lemah untuk melakukannya. Aku hanya terbaring dengan napas tersengal, […]










