Aku lalu mendorong pintu kamar Mbak Arni hingga terbuka lebar dan melangkah masuk. Tadi aku seperti melihat sesuatu di dalam sini.
Aku menatap layar ponsel dengan tangan gemetar. Pesan dari Nida hanya terdiri dari satu kalimat pendek. “Tasya, kalau kamu masih










