Stories

“Mbak pucat banget,” suara Naya terdengar prihatin, tapi sudut bi birnya berkedut menahan senyum mengejek. Ia melangkah lebih dekat hingga bahu kami nyaris bersen tuhan. “Kalau sudah merasa nggak waras, mending Mbak tanda tangan saja surat kuasa yang diminta Mas Bas. Biar Mbak bisa istirahat tenang di… ru mah sa kit khusus.”

Jeritan Naya masih menggema ketika dokter keluarga tiba dua puluh menit kemudian. Dokter Armand, pria berusia hampir enam puluh tahun

Lên đầu trang