“Kapan perempuan penya kitan itu ma ti, Mas? Aku sudah mu ak harus pura-pura manis memanggilnya Mbak.”
Baskara berjongkok di hadapanku dengan gerakan yang terlalu cepat, seolah ingin menutupi kegugupannya sebelum aku sempat membacanya. “Aira, jangan disentuh. […]










