Istriku menolak sekamar denganku. Apa karena aku ini cuma ojek? Atau karena aku yang sebenarnya….
Motor yang kami kendarai akhirnya menepi di sebuah gang sempit yang hanya cukup dilalui dua sepeda motor berpapasan. Lampu-lampu neon […]
Motor yang kami kendarai akhirnya menepi di sebuah gang sempit yang hanya cukup dilalui dua sepeda motor berpapasan. Lampu-lampu neon […]
Aku menatap wajah Mas Arman beberapa detik tanpa berkata apa pun. Tangannya masih mencengkeram lenganku, seolah aku adalah anak kecil
Tiga hari setelah menemukan kartu hitam itu, Aruna masih menyimpannya di laci meja klinik. Dia tidak menelepon nomor yang tercetak
Perubahan itu datang tidak seperti hujan deras yang tiba-tiba, tetapi seperti embun pagi yang merayap pelan, membasahi segala sesuatu tanpa
“Nala! Jaga mulutmu ya! Kurang ajar sekali kamu bicara begitu sama Mama! Di mana sopan santun kamu sebagai menantu, hah?!”
Pintu kamar baru saja ditutup ketika langkah kaki Reno tergesa meninggalkan ruangan. Dari balik pintu, suara Ibu Sarah masih terdengar
Malam itu Dissa tidak langsung masuk ke dalam kontrakannya. Ia berdiri cukup lama di teras sempit sambil memandangi mobil Angga
Mangkuk sayur lodeh itu masih tergeletak di atas meja ketika pintu rumah kembali sepi. Aku memandang ayam, tempe, dan sayuran
“Tiga,” jawabku pelan. Mas Sabda tidak langsung menanggapi. Tatapannya masih tertuju kepadaku, seolah sedang memastikan bahwa jawabanku bukan sekadar asal
Wisnu berdiri kaku di dekat pagar bambu, napasnya tersengal, sementara Shena masih menggenggam sapu lidi seperti hendak menyerangnya lagi. Wajah