SEORANG PUSTAKAWAN PENDIAM SENDIRIAN MERAPIKAN BUKU-BUKU TUA DI PERPUSTAKAAN UMUM
Bu Teresa tetap berdiri di tempatnya. Jemarinya yang mulai keriput menggenggam erat buku catatan kecil dan kunci lemari tua yang
Bu Teresa tetap berdiri di tempatnya. Jemarinya yang mulai keriput menggenggam erat buku catatan kecil dan kunci lemari tua yang
Mobil sedan hitam itu berhenti tepat di depan gerbang utama. Kaca jendela belakang perlahan turun, menampakkan sosok pria paruh baya
Waktu seakan berhenti. Di tengah keriuhan bandara Mactan-Cebu, dunia di sekelilingku mendadak senyap. Hanya ada detak jantungku yang berpacu kencang,
Di bagian belakang salah satu foto, ada tulisan tangan yang sangat kukenali. Tulisan tangan Andrea yang rapi namun sedikit miring.
Ketiga pria itu terdiam selama satu detik, saling pandang, lalu tertawa terbahak-bahak. “Bocah ingusan?” ejek pemimpin mereka. “Mending kamu pulang
BAGIAN 2: KEBENARAN YANG MENYAKITKAN Aku membeku di sudut koridor. Pandanganku terkunci pada lembaran dokumen yang tergeletak di lantai, terbuka
Namun Isabela sama sekali tidak terpancing. Dia memasukkan kembali ponselnya ke saku seragam, lalu berdiri tegak sambil menatap Cloe dengan
Bagian 2: Rahasia di Balik Kekayaan Valle Technologies Malam itu, Isabella menunggu di apartemen penthouse milik Lucas di pusat kota
Tanganku gemetar menahan amarah dan rasa penasaran. Selama tiga tahun, aku menuruti semua permintaannya. Selama tiga tahun, aku mencoba menjadi
Mang Tomas mundur beberapa langkah. Tangannya yang kasar menggenggam undangan kelulusan hingga kusut. Matanya memandangi pintu auditorium yang megah, lalu