SOPIR TAKSI ITU MENGIRA AKU PENUMPANG BIASA, SAMPAI AKU BERDIRI DI DEPAN SERSAN YANG MEMERASNYA DI TENGAH JALAN
“Bu, saya sengaja lewat jalan ini untuk Ibu. Biasanya saya tidak pernah lewat sini.” Aku menoleh dari kursi belakang. Sopir […]
“Bu, saya sengaja lewat jalan ini untuk Ibu. Biasanya saya tidak pernah lewat sini.” Aku menoleh dari kursi belakang. Sopir […]
Aku membuka pintu ruang makan tepat ketika Dimas hendak membawa kotak kayu itu pergi. Semua orang membeku. Naya yang tadi
Kalimat yang tertulis di atas kertas tua itu membuat seluruh suara di sekelilingku seperti menghilang. Kepada Laras Wulandari, pemegang hak
Aku masih berdiri di depan unit 802 ketika suara dari dalam membuat seluruh prasangkaku berantakan dalam hitungan detik. “Dokter, akhirnya
Aku datang ke Bakmi Rasa Kita hanya untuk menikmati semangkuk mi terakhir sebelum warung itu tutup. Aku tidak pernah membayangkan,
Aku menatap Damar cukup lama, lalu perlahan menarik tanganku dari genggaman Nisa. Bukan karena aku ingin menjauh darinya. Justru sebaliknya.
Aku masih menatap celah di bawah lantai ketika Pak Joko menarik lenganku lebih keras. “Bu Sari, kita pergi sekarang.” “Tunggu.”
“Mas, kamu di mana?” Pesan dari Maya muncul ketika aku sedang berdiri di samping jendela kamar rumah sakit. Di belakangku,
Aku hampir tersedak kopi ketika sebuah truk besar berhenti tepat di depan rumahku. Dua pria turun dari bak belakang. Mereka
Nama rumah sakit yang disebut Bu Rina membuat ruangan pemeriksaan mendadak sunyi. Aku masih memegang ponsel ketika penyidik di depanku