Sepulang dari pemakaman cucu delapan tahunku, aku melihat seorang bocah berdiri di bawah lampu teras dengan seragam robek dan satu sandal hilang—lalu ia memelukku sambil berbisik, “Nenek, jangan telepon Ayah… mereka mengubur anak yang salah supaya semua orang berhenti mencariku.”
Ketukan di pintu terdengar tiga kali. Pelan, teratur, tetapi justru membuat bulu kudukku berdiri. “Bu, ini Arman. Buka pintunya.” Aku […]










