Di tengah malam yang diguyur hujan badai, seorang kakek pemulung mendengar tangisan pelan dari balik tumpukan sampah.
Dua puluh satu tahun berlalu sejak malam ketika Pak Surya menemukan seorang bayi perempuan di antara tumpukan sampah. Bayi itu
Dua puluh satu tahun berlalu sejak malam ketika Pak Surya menemukan seorang bayi perempuan di antara tumpukan sampah. Bayi itu
Wajah bayi itu sama sekali tidak menyerupai Ardi. Bukan bentuk hidungnya. Bukan garis rahangnya. Bukan pula warna kulitnya. Tetapi bukan
“Siapa…?” Suara itu terdengar sekali lagi dari balik pintu kayu. Arman merasa seluruh tubuhnya kehilangan tenaga. Enam tahun ia mencoba
“Karena pada tanggal rapat ini berlangsung… aku bahkan tidak berada di Indonesia.” Ruangan itu mendadak terasa sunyi. Pengacaraku, Pak Adrian,
“Jangan salahkan Bagas. Semua ini salah Ayah.” Enam kata itu menghantamku lebih keras daripada apa pun yang kulihat hari itu.
Ardi tidak langsung mengerti apa yang sedang dilihatnya. Di bawah cahaya lampu kamar yang hangat, pada bagian pinggang hingga sisi
Setelah menekan tombol panggil, Bu Ratna sempat merasa ingin membatalkannya. Namun bayangan yang baru saja dilihatnya membuat jarinya tetap menempel
Aku menahan napas. Di dalam ruangan itu, Raka berdiri. Bukan sedang berpegangan pada meja. Bukan pula sedang mencoba mengangkat tubuhnya
Aku tidak tahu siapa yang lebih terkejut malam itu, aku, Ayah, atau perempuan yang berdiri basah kuyup di depan pintu
Selama sebelas tahun, Dimas mengira diamnya Laras adalah bentuk kepasrahan. Ia salah. Malam itu, di kamar rumah sakit yang hanya