H-1 PERNIKAHAN, DIA MENEMUKAN AKTA NIKAH RAHASIA CALON SUAMINYA DENGAN SAHABAT SENDIRI.
Pintu lift menutup di depan wajah Rendy, tetapi ancamannya masih terngiang di kepala Maya sepanjang perjalanan turun ke lobi. Kalau
Pintu lift menutup di depan wajah Rendy, tetapi ancamannya masih terngiang di kepala Maya sepanjang perjalanan turun ke lobi. Kalau
Maya mematikan lampu ruang kerja secepat mungkin. Tubuhnya masih gemetar ketika suara gerbang besi di lantai bawah berderit keras. Dua
Begitu tepuk tangan mereda, Nadiya berjalan ke panggung tanpa sekali pun menoleh ke arah Clarissa. Gaun gading itu berkilau setiap
Maya menatap kotak logam itu begitu lama sampai suara pendingin ruangan terdengar seperti dengungan yang datang dari tempat sangat jauh.
Mbak Dewi tidak langsung berteriak. Ia juga tidak memanggil satpam. Perempuan itu menutup pintu perlahan dari belakang, lalu memutar kuncinya.
Petugas piket itu menatap foto Danang Wijaya beberapa detik, lalu kembali menatap Hendra. “Sebelas hari,” katanya pelan. “Keluarganya melapor sebelas
Nadia baru melangkah dua meter ketika petugas keamanan buru-buru menghadangnya. “Maaf, Bu. Saya tidak bisa membiarkan Ibu masuk tanpa izin
Hendra tidak langsung menjawab. Tatapannya beralih dari surat palsu di tangan Aris ke dokumen bank yang terbuka di atas meja.
Aku berhenti hanya beberapa langkah dari altar. Senyum tipis masih terukir di wajahku, tetapi di dalam dada, jantungku berdetak keras
“Aku mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana Ayahku diperlakukan di rumahku sendiri.” Kalimat itu membuat ruang tamu mendadak sunyi. Ibu