Aku melanjutkan makan malamku dengan kegugupan luar biasa. Mas Arsya tampak seperti pria yang baik. Setelah makan, kami berdua mencuci piring dan gelas kotor bersama.
Aku tidak sanggup mengangkat wajahku. Kata-kata Wulan menusuk jauh lebih dalam daripada yang ingin kuakui. Selama seminggu terakhir aku benar-benar










