Pada Ulang Tahun Pernikahan Ketiga, Laras Menemukan Surat Cerai Mantan Kekasih di Saku Suaminya yang Mabuk
Pesan pertama antara Galang dan Kiki ternyata dikirim hampir sebelas tahun lalu. Laras menggulir layar perlahan. Saat itu Galang masih
Pesan pertama antara Galang dan Kiki ternyata dikirim hampir sebelas tahun lalu. Laras menggulir layar perlahan. Saat itu Galang masih
Hujan di bahu Tol Jagorawi malam itu terasa seperti ingin menghapus seluruh jejak hidupku. Namaku Kirana. Umurku dua puluh dua
“Aku cuma mengatakan beberapa kalimat. Apa perlu kamu bersikap sejauh ini?” Aku menatap Gilang di bawah cahaya putih area parkir.
Surya menunjuk pintu dengan tangan gemetar, tetapi matanya tidak benar-benar basah. “Aku akan meninggalkan rumah ini. Anggap saja lima belas
Petugas pemakaman menatapku cukup lama ketika aku mengatakan ingin membeli satu lahan makam tepat di sebelah makam Ayah. “Untuk siapa,
“Sembilan puluh tujuh persen.” Dua kata itu membuat Nadia merasa ruangan di sekelilingnya mendadak menyempit. Ia menatap layar komputer di
Pintu mobil tertutup pelan di sampingku. Sejak detik itu, aku berhenti berharap Raka akan memilihku. Sepanjang perjalanan pulang, hujan mengetuk
“Saya sudah punya pacar.” Kalimat itu keluar jauh lebih tenang daripada detak jantungku. Tangan Raka yang tadi mencengkeram pergelangan tanganku
“Citra pernah menjadi pasienku.” Kalimat itu membuat Raka akhirnya melangkah masuk ke ruang tindakan. Wajahnya masih pucat. Tatapannya jatuh pada
“Kenapa kamu memberi tanda suka?” Aku menatap pesan dari Aditya cukup lama. Hanya itu. Bukan menanyakan keadaan Raka. Bukan menanyakan