Pacarku Komandan Tim Penyelamat, tapi Saat Kebakaran Ia Mengunci Aku Demi Menyelamatkan Sahabat Masa Kecilnya
“Kalau kamu benar-benar menang,” tanyaku pelan, “kenapa kamu masih perlu memastikan aku mati?” Di seberang HT, Wulan terdiam. Hanya satu
“Kalau kamu benar-benar menang,” tanyaku pelan, “kenapa kamu masih perlu memastikan aku mati?” Di seberang HT, Wulan terdiam. Hanya satu
Empat tahun setelah kakakku melompat dari lantai enam pusat rehabilitasi, aku masih sering terbangun karena merasa mendengar suaranya memanggil namaku.
Dimas membenturkan dahinya ke lantai sekali lagi. “Intan, aku mohon. Cerai denganku.” Aku menatap laki-laki yang selama lima tahun terakhir
Hendra tidak tidur sedikit pun malam itu. Ia duduk di tepi ranjang dalam kegelapan, sementara suara pendingin udara berdengung pelan
Telepon genggam Dewi berdering keras tepat pukul 11.46 malam. Dewi yang baru saja tertidur langsung terbangun. Di sampingnya, Dimas ikut
“Kakek, jangan kasih uang lagi ke Papa.” Kalimat itu terus terngiang di kepala Pak Hendra bahkan setelah Kevin tertidur malam
Nama yang tercetak di lembar ketiga itu membuat napas Bramantyo seolah berhenti. Tangannya yang selama sebelas minggu terakhir mulai terbiasa
Suara perempuan di ujung telepon itu hanya berlangsung beberapa detik, tetapi cukup untuk menghancurkan sesuatu yang Maya pertahankan selama tiga
Pak Joko tidak pernah menyangka bahwa sore itu akan menjadi hari yang mengubah hidupnya selamanya. Selama sepuluh tahun bekerja sebagai
Bambang menggenggam erat setir angkot tua itu sambil menahan rasa lelah yang semakin berat. Malam Jakarta terasa lebih dingin dari