Aku menggeleng panik sambil mencengkeram celana suamiku.
Aku hanya bisa menunduk ketika sopir dan kondektur saling berpandangan dengan tatapan penuh iba. Beberapa detik kemudian, kondektur itu menghela […]
Aku hanya bisa menunduk ketika sopir dan kondektur saling berpandangan dengan tatapan penuh iba. Beberapa detik kemudian, kondektur itu menghela […]
Aku tidak sanggup mengangkat wajahku. Kata-kata Wulan menusuk jauh lebih dalam daripada yang ingin kuakui. Selama seminggu terakhir aku benar-benar
Aku mengunci pintu kamar dengan tangan gemetar. Dari balik daun pintu, aku masih bisa mendengar suara langkah Mas Arsya yang
Pria berhoodie itu terhuyung sambil memegangi kepalanya. Motor Ellena nyaris terlepas dari tangannya, tetapi ia segera menahan stang agar tidak
Mirza menggenggam kaleng bir yang sudah kosong cukup lama hingga jemarinya memutih. Untuk pertama kalinya sejak pernikahan itu dipaksakan oleh
Mobil van hitam itu melaju menembus jalanan yang mulai dipenuhi lampu-lampu kota. Gendis tidak lagi menangis. Air matanya telah habis
Aqeela berdiri mematung di balik meja kasir. Tatapannya jatuh pada bunga-bunga matahari yang kini hancur di lantai. Kelopak kuning yang
“Jangan aneh-aneh kamu, Hana! Tidak usah datang ke sana!” cetus Shinta dengan nada meninggi, membuat Hana tersentak mundur di kursinya.
Hana menyalakan oven lebih awal dari biasanya. Aroma mentega dan vanila segera memenuhi dapur kecil di lantai bawah ruko. Tangannya
Ponsel itu masih berada di genggamanku ketika aku kembali masuk ke bangsal kelas tiga. Bau obat-obatan bercampur dengan udara pengap