SEORANG PRIA BERDIRI DI DEPAN RUMAHKU DAN MENGAKU SEBAGAI SUAMIKU. MASALAHNYA, SUAMIKU SEDANG TERTIDUR DI LANTAI DUA.
Bel rumah berbunyi lagi. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Arvin yang berbaring di atas tempat tidur langsung membuka mata lebih
Bel rumah berbunyi lagi. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Arvin yang berbaring di atas tempat tidur langsung membuka mata lebih
Aku pernah mengira suamiku menjadi dingin hanya karena tekanan pekerjaan. Sampai suatu malam, aku melihatnya berlutut dan melamar perempuan lain
“Dan kamu pikir siapa yang akan percaya padamu?” Kalimat Adrian terasa lebih dingin daripada udara ruangan itu. Aku tidak langsung
Paman Jaya menatapku seolah-olah aku baru saja mencabut seluruh lantai di bawah kakinya. “Tidak mungkin,” katanya lagi, kali ini lebih
Lima belas menit sebelum kereta cepat yang seharusnya kupimpin meninggalkan depo, suamiku memberiku sebutir permen mint. Beberapa jam kemudian, aku
Aku meninggalkan rumah keluarga Wijaya tiga hari kemudian tanpa berpamitan kepada Kak Raka. Bukan karena aku ingin menghukumnya. Aku hanya
Aku mengira pengkhianatan Arga adalah hal terburuk yang akan kutemukan malam itu. Ternyata aku salah. Ratih membuka laporan audit di
Aku menatap foto dokumen itu sampai huruf-huruf di layar ponsel terasa kabur. Di bagian atas tertulis nama sebuah kantor notaris
Aku pernah mati karena suamiku menghancurkan kedua kakiku agar aku tidak bisa meninggalkannya. Karena itu, ketika hidup memberiku kesempatan kedua,
Aku menatap nama Tiara yang berada di urutan pertama daftar peserta kompetisi itu, lalu memandangi namaku yang dicoret begitu tebal