Pukul 4:00 pagi, pria paling berkuasa di Seoul terbangun hanya karena satu kalimat.
Nama yang tercetak tebal di halaman itu membuat Kang Tae-hyun tidak langsung bernapas. Kang Seung-jae. Ayahnya sendiri. Soo-yeon berdiri kaku […]
Nama yang tercetak tebal di halaman itu membuat Kang Tae-hyun tidak langsung bernapas. Kang Seung-jae. Ayahnya sendiri. Soo-yeon berdiri kaku […]
Tangan Dina bergerak perlahan di bawah meja. Tepuk tangan masih bergemuruh ketika Bambang Wijaya menyelesaikan kalimat pembuka pidatonya. Semua perhatian
Maya menatap Arini beberapa detik, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia tidak meninggikan suara. Tidak pula menunjukkan kemarahan. Justru ketenangannya
Arya merasa seolah-olah udara di dapur mendadak habis. Ia menatap kartu memori kecil di telapak tangannya, lalu menatap Siska. “Putar
Pagi setelah malam pengakuan itu, Maya bangun seperti biasa pada pukul lima lewat dua puluh menit. Ia menyapu halaman, menanak
Rangga berdiri di ujung lorong dengan napas berat. Kemeja putihnya kusut. Dasi yang biasanya selalu rapi kini tergantung longgar di
Hendra tidak langsung menyentuh kartu memori itu. Ia hanya berdiri di samping meja pemeriksaan, menatap benda kecil berwarna hitam yang
Ciuman itu mengubah seluruh suasana ballroom. Beberapa detik sebelumnya, Nadia masih menjadi wanita yang diam-diam dikasihani. Mantan tunangan yang ditinggalkan
Malam itu, untuk pertama kalinya sejak mengenal Maya, Arya pulang dengan perasaan seperti seorang pengecut. Sepanjang perjalanan menuju apartemennya, suara
Rokok itu hanya menyentuh perutku selama beberapa detik, tetapi rasa panasnya seolah membakar habis tiga tahun kebohongan dalam pernikahanku. Malam