Aku Mencium Paksa Rival Kantorku demi Mencuri Keberuntungannya, Tapi Besoknya Justru Hidupku yang Kacau
Senin pagi setelah libur Tahun Baru, aku datang ke kantor dengan satu tujuan yang menurutku sangat masuk akal. Mencium Arman
Senin pagi setelah libur Tahun Baru, aku datang ke kantor dengan satu tujuan yang menurutku sangat masuk akal. Mencium Arman
Hari pertama Citra masuk ke perusahaan Aditya, dia datang dengan penampilan yang terlalu mencolok untuk seseorang yang berstatus anak magang.
“Bu, saya sengaja lewat jalan ini untuk Ibu. Biasanya saya tidak pernah lewat sini.” Aku menoleh dari kursi belakang. Sopir
Aku membuka pintu ruang makan tepat ketika Dimas hendak membawa kotak kayu itu pergi. Semua orang membeku. Naya yang tadi
Ponsel Bramanda mulai bergetar tepat dua puluh tiga menit setelah Maya meninggalkan hotel. Saat itu ia sedang berdiri di atas
Ratna menatap kalimat itu begitu lama sampai huruf-hurufnya tampak kabur oleh air mata yang mulai memenuhi matanya. Ia tidak segera
Kartika Sari Kartika membaca pesan dari pengacaranya untuk ketiga kalinya. Semakin lama ia menatap layar, semakin dingin udara pagi terasa.
Pengacara Wijaya tidak langsung melanjutkan ucapannya. Ia membiarkan keheningan menggantung di halaman rumah itu, sementara lembar-lembar gugatan cerai masih berserakan
“Hari ini justru hari terakhir kamu bisa menentukan hidupku.” Suara Renata tidak keras, tetapi cukup jelas untuk membuat hampir empat
Rendra menatap dokumen di tangan komisaris itu seolah tulisan di atas kertas tersebut menggunakan bahasa yang tidak ia mengerti. “Tujuh