“Di, bukan berarti kamu memandikan aku. Aku bukan anak kecil, aku pria dewasa.””Terus? Memangnya yang bilang kamu anak kecil siapa?”
Adira menutup sambungan telepon dengan tangan yang masih gemetar. Nada suara Raya barusan terdengar biasa, bahkan terlalu biasa untuk seseorang










