“Berapa banyak uang yang dijanjikan paman saya kepada Anda untuk berpura-pura menjadi cucunya?”
“Berapa banyak uang yang dijanjikan paman saya kepada Anda untuk berpura-pura menjadi cucunya?” Suara tajam itu terdengar jelas di tengah
“Berapa banyak uang yang dijanjikan paman saya kepada Anda untuk berpura-pura menjadi cucunya?” Suara tajam itu terdengar jelas di tengah
“Matikan siaran langsung itu.” Suara Kapolres terdengar datar, tetapi cukup keras untuk membuat semua orang di depan ruang pemeriksaan membeku.
Hendra berdiri membeku di bawah cahaya putih lorong UGD. Nama lengkapnya baru saja keluar dari mulut dokter, tetapi rasanya seperti
Delapan bulan setelah pernikahan itu, sebuah sendok perak jatuh dari tangan Sandra Adhitama. Bunyinya berdenting keras di atas lantai marmer
“Halo, Bu Janda,” sapanya pelan dengan nada mengejek. Maya tidak menjawab. Tubuhnya masih setengah meringkuk di bawah ranjang, tetapi tangannya
“Mereka punya mataku.” Suara Adrian Wijaya terdengar pelan, tetapi cukup untuk membuat percakapan di Restoran Selasih, Menteng, berhenti seketika. Amara
Kartika tidak menunggu satu detik pun. Ia meraih kunci mobil, memasukkan kotak besi milik Santi ke dalam tas, lalu menelepon
Pagi berikutnya, Maya berdiri di seberang Toko Besi Lesmana tepat pukul delapan lewat sepuluh menit. Bangunan itu hampir tidak berubah
“Mereka sudah menyiapkan semuanya supaya saat aku mati, semua bukti mengarah kepadamu.” Niken menatap Bram tanpa berkedip. Suara mesin pemantau
Aku tidak tidur sampai matahari terbit. Kalimat di atas kotak kayu hitam itu terus berputar di kepalaku. Untuk Raka, semua