“Sayang, kamu sudah pulang?” suara Mas Arsya terdengar. Saat aku menoleh, ia tampak terkejut, sama seperti aku tadi.
Aku mengunci pintu kamar dengan tangan gemetar. Dari balik daun pintu, aku masih bisa mendengar suara langkah Mas Arsya yang […]
Aku mengunci pintu kamar dengan tangan gemetar. Dari balik daun pintu, aku masih bisa mendengar suara langkah Mas Arsya yang […]
Pria berhoodie itu terhuyung sambil memegangi kepalanya. Motor Ellena nyaris terlepas dari tangannya, tetapi ia segera menahan stang agar tidak
Mirza menggenggam kaleng bir yang sudah kosong cukup lama hingga jemarinya memutih. Untuk pertama kalinya sejak pernikahan itu dipaksakan oleh
Mobil van hitam itu melaju menembus jalanan yang mulai dipenuhi lampu-lampu kota. Gendis tidak lagi menangis. Air matanya telah habis
Aqeela berdiri mematung di balik meja kasir. Tatapannya jatuh pada bunga-bunga matahari yang kini hancur di lantai. Kelopak kuning yang
“Jangan aneh-aneh kamu, Hana! Tidak usah datang ke sana!” cetus Shinta dengan nada meninggi, membuat Hana tersentak mundur di kursinya.
Hana menyalakan oven lebih awal dari biasanya. Aroma mentega dan vanila segera memenuhi dapur kecil di lantai bawah ruko. Tangannya
Ponsel itu masih berada di genggamanku ketika aku kembali masuk ke bangsal kelas tiga. Bau obat-obatan bercampur dengan udara pengap
Aku sengaja memblokir semua akses rekening atas namaku yang selama ini dipegang suamiku. Dia baru sadar ketika kartu ATM dan
Aku menyalakan kompor dengan tangan yang masih gemetar. Air mulai mendidih di dalam panci kecil, sementara pikiranku kosong. Bau bawang