Seragam Kehormatan yang Direbut Sang Madu
“Kalau besok aku keliling asrama pakai seragam ini, kira-kira bawahan suamiku bakal hormat sama aku nggak?” Ayu menatap Tiara cukup […]
“Kalau besok aku keliling asrama pakai seragam ini, kira-kira bawahan suamiku bakal hormat sama aku nggak?” Ayu menatap Tiara cukup […]
Malam itu Kalila pulang dengan langkah yang terasa jauh lebih berat daripada saat ia berangkat. Bayangan wajah Rayanza di layar
Aku tidak langsung masuk ke rumah. Aku berdiri beberapa detik di balik pintu sambil menggenggam tangan Rara. Putriku menatapku bingung,
Aku sama sekali tidak tahu bahwa malam itu, ketika Sintia dan Tegar tertawa sambil membicarakan bagaimana mereka akan terus memeras
Foto papan bertuliskan DIJUAL CEPAT itu terus terbayang di kepalaku bahkan setelah layar ponsel kumatikan. Rumah atas nama Rani. Aku
“Kenapa saldonya cuma seratus ribu?!” Nolan menatap layar ATM dengan wajah pucat. Tangannya mencengkeram kartu begitu kuat sampai buku-buku jarinya
“Tidak ada lagi pembahasan bisnis di rumah ini, apalagi pertemuan pribadi di hotel.” Kalimat Mas Pram membuat suasana di meja
Sekar tidak pernah membayangkan bahwa lima tahun setelah meninggalkan rumah keluarga Mangkuluhur dengan hati yang hancur, ia akan kembali berdiri
Tanganku langsung bergerak mengambil ponsel. Aku tidak membuka pintu. Aku tidak berteriak. Aku hanya mengirim satu pesan kepada petugas keamanan
Kalimat Ayah membuat suara tepuk tangan di sekitar kami seolah lenyap begitu saja. Aku menatapnya, yakin bahwa aku salah mendengar.