DIA PULANG MEMBAWA MAINAN UNTUK PUTRANYA, TAPI MENEMUKAN ANAK ITU DIPERLAKUKAN SEPERTI HEWAN.
Maya tidak langsung menutup telepon setelah Laras menjawab. Ia berjalan menjauh beberapa langkah dari ruang keluarga, tetapi tetap berdiri di
Maya tidak langsung menutup telepon setelah Laras menjawab. Ia berjalan menjauh beberapa langkah dari ruang keluarga, tetapi tetap berdiri di
Sarah Kirana menatap logo kecil di sudut amplop putih itu sampai matanya terasa perih. Logo PT Arunika Logistik Nusantara. Perusahaan
“Aku mencintaimu.” Mas Ibas mengucapkan kalimat itu sekali lagi, seolah tiga kata tersebut bisa menambal semua luka yang sudah terbuka
“Kalau besok aku keliling asrama pakai seragam ini, kira-kira bawahan suamiku bakal hormat sama aku nggak?” Ayu menatap Tiara cukup
Malam itu Kalila pulang dengan langkah yang terasa jauh lebih berat daripada saat ia berangkat. Bayangan wajah Rayanza di layar
Aku tidak langsung masuk ke rumah. Aku berdiri beberapa detik di balik pintu sambil menggenggam tangan Rara. Putriku menatapku bingung,
Aku sama sekali tidak tahu bahwa malam itu, ketika Sintia dan Tegar tertawa sambil membicarakan bagaimana mereka akan terus memeras
Foto papan bertuliskan DIJUAL CEPAT itu terus terbayang di kepalaku bahkan setelah layar ponsel kumatikan. Rumah atas nama Rani. Aku
“Kenapa saldonya cuma seratus ribu?!” Nolan menatap layar ATM dengan wajah pucat. Tangannya mencengkeram kartu begitu kuat sampai buku-buku jarinya
“Tidak ada lagi pembahasan bisnis di rumah ini, apalagi pertemuan pribadi di hotel.” Kalimat Mas Pram membuat suasana di meja