“Jangan asal menuduh, Kak!” seruku tajam sambil menarik pergelangan tanganku dari cengkeraman Kak Dimas dengan sisa tenaga yang masih kumiliki.
Aku menatap koper di samping kakiku, lalu kembali menatap Pak Rayden. Entah kenapa, kalimatnya terasa seperti tamparan yang akhirnya membangunkanku









