SETIAP MALAM SUAMIKU DIAM-DIAM KELUAR DARI KAMAR DAN MASUK KE KAMAR PUTRIKU YANG BARU BERUSIA DELAPAN TAHUN.
Malam pertama aku menyadari kebiasaan itu terjadi secara tidak sengaja. Aku terbangun sekitar pukul dua dini hari karena ingin minum.
Malam pertama aku menyadari kebiasaan itu terjadi secara tidak sengaja. Aku terbangun sekitar pukul dua dini hari karena ingin minum.
Ardi berdiri di dekat gerbang seperti seseorang yang baru saja salah memasuki rumah. Tatapannya tidak lepas dari Maya. Lima bulan
Benda yang kuangkat dari dalam tas itu bukan surat cerai. Bukan pula foto perselingkuhan Ardi. Aku mengeluarkan sebuah map cokelat
Dimas merasa kedua lututnya kehilangan tenaga. Selama tujuh tahun, ia telah berusaha meyakinkan dirinya bahwa ibunya pasti sudah meninggal pada
Orang yang selama ini diam-diam mengambil uang kiriman putraku ternyata adalah menantu sulungku sendiri, Rina. Aku menatap layar itu cukup
Aku tidak pernah membayangkan rahasia yang kujaga selama dua tahun akan terbongkar di depan gerobak sate, di antara asap arang,
Pintu kamar terbuka sebelum Arga sempat menyentuh gagangnya. Pak Darto berdiri di ambang pintu dengan wajah merah dan napas berat.
Pada malam pertama Rafi berada di rumah Arga, aku tidak tidur sama sekali. Aku menyewa kamar kecil di sebuah penginapan
Arga berlari ke arahku dengan wajah yang tak lagi menyisakan sedikit pun kelembutan. “Kasih ponselnya, Nadia!” Aku mundur satu langkah.
Tamparan Bu Ratih masih terasa panas di pipiku ketika aku menyadari sesuatu yang jauh lebih menyakitkan daripada rasa perih itu.