SUAMI TEGA MEMBAWA SEKRETARISNYA SENDIRI SAAT BULAN MADU! BEGITU MENDARAT DI BALI…
Rendy berdiri terpaku di tengah keramaian terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai. Orang-orang bergerak di sekelilingnya. Suara koper beradu dengan lantai,
Rendy berdiri terpaku di tengah keramaian terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai. Orang-orang bergerak di sekelilingnya. Suara koper beradu dengan lantai,
Lima hari sebelum pernikahan putranya, Bu Hartati masuk ke rumah mewahnya sendiri di kawasan Pondok Indah melalui pintu belakang. Tak
Dewi tidak langsung menangis. Justru itulah yang membuat suasana ruang pemeriksaan terasa semakin menyesakkan. Dia hanya duduk diam, menatap nama
“Bima… anak siapa?” Pertanyaan Hendra jatuh di ruang tengah seperti benda berat yang menghantam lantai marmer. Tak seorang pun bergerak.
Nama Irwan Wijaya terasa seperti ledakan kedua di dalam aula itu. Hendra berdiri membeku dengan dokumen di tangannya. Puluhan pasang
“Pencuri seperti kamu tidak pantas menginjakkan kaki di hotel ini lagi!” Suara Rendra Pratama menggema di lobi Grand Horison Hotel,
Bima masih menatap foto lama di layar ponsel Nadia ketika satu pertanyaan mulai berputar di kepalanya. Jika Ayu benar-benar mencuri
Raditya Baskoro berdiri beberapa meter di belakang Maya dengan rahang mengeras. Tatapannya berpindah dari layar ponsel Maya ke wajah Ibu
Maya tidak langsung menerima cincin itu. Ia berdiri di depan meja Adrian, menatap berlian yang nilainya mungkin lebih mahal daripada
Maya tidak langsung bereaksi. Kalimat Tirta terasa seperti sesuatu yang terlalu mustahil untuk dipercaya, tetapi terlalu spesifik untuk dianggap sebagai