Jadi… kau juga, ya? Sama seperti yang lain… selingkuhan calon suamiku?
Hujan belum juga mereda ketika Satyaraka kembali membawa payung kuning yang sempat terseret angin. Kaus kakinya telah berubah kecokelatan karena
Hujan belum juga mereda ketika Satyaraka kembali membawa payung kuning yang sempat terseret angin. Kaus kakinya telah berubah kecokelatan karena
Aku menatap kemeja putih yang diremas Mas Faiz hingga kusut. Air sabun menetes dari ujung kain, jatuh satu per satu
Pintu kamar barak itu belum sempat kubuka lagi ketika terdengar suara langkah sepatu lars menghantam lantai koridor dengan irama yang
Suara monitor jantung berdetak pelan memenuhi ruang VIP yang nyaris tak pernah berubah selama lima tahun terakhir. Semua orang mengira
Pintu itu terbuka perlahan, memperlihatkan seorang perempuan berusia sekitar enam puluh tahun dengan rambut disanggul sederhana. Ia mengenakan blus putih
Melisa kembali menatapku tajam. “Mas, gimana tasku?” Aku masih memandangi layar ponsel. Saldo rekening yang biasanya selalu membuatku percaya diri
Aris menelan ludah. Dadanya mendadak sesak. Perubahan Alya begitu drastis hingga membuat seluruh keyakinannya runtuh. Wanita itu sama sekali tidak
Aku menarik napas panjang, lalu melangkah menuju pintu depan tanpa sedikit pun tergesa-gesa. Ketukan keras itu semakin menjadi-jadi, seolah orang
Adira menutup sambungan telepon dengan tangan yang masih gemetar. Nada suara Raya barusan terdengar biasa, bahkan terlalu biasa untuk seseorang
Aku baru saja melangkah melewati ambang pintu ketika suara Bu Narti meledak dari belakang. “Faiz! Jangan biarkan perempuan itu membawa